Teori Pembangunan - Teori Ketergantungan


A.   Latar Belakang
·         Teori Dependensia muncul sebagai kritik dan alternatif dari teori Modernisasi.
·         Muncul sebagai jawaban atas kegagalan program yang dijalankan oleh Komisi Ekonomi PBB untuk Amerika Latin yang dikenal ECLA.
·         Teori ini  mengacu pada teori  struktural, dimana untuk menjelaskan  tingkah laku manusia dan proses sosial yang terjadi dengan cara mencari faktor-faktor lingkungan material manusia sebagai penyebabnya.
·         Aliran ketergantungan muncul dari pertemuan dua kecenderungan intelektual utama, yaitu :
1.      Berakar pada diskusi pemikiran strukturalis Amerika Latin tentang pembangunan, yang akhirnya membentuk tradisi CEPAL.
2.      Tradisi Marxis, yang selanjutnya mengandung beberapa orientasi teoretis: Marxisme klasik, Marxisme-Leninisme, neo-Marxisme.
§  Konsep neo-Marxisme mencerminkan tranformasi pemikiran Marxis dari pendekatan tradisional, yang menekankan konsep pembangunan dan pada dasarnya berpandangan Eropasentris, ke pendekatan baru, yang menekankan konsep keterbelakangan dan mencerminkan pandangan Dunia Ketiga.
§  Marxisme (seperti yang ditafsirkan oleh Lenin), memandang imperialisme dalam perspektif pusat; neo-Marxisme, sebaliknya, memandang imperialisme dari sudut pandang pinggiran. Analisis Marxis tentang kelas secara spesifik didasarkan pada pengalaman Eropa dan menekankan misi emansipatoris kaum proletariat industri, sementara kelompok neo-Marxis memiliki pandangan yang jauh lebih terbuka mengenai potensi revolusioner kelompok-kelompok lain, misalnya petani.
·         Teori struktural sering dianggap bersumber pada teori yang dilontarkan oleh Karl Marx, terutama teorinya tentang bangunan bawah atau base, dan bagunan atas atau superstructure. Dalam salah satu karyanya, “Marx Dab Engels” pernah menyatakan bahwa masa depan dari teori Negara-negara yang terbelakang dapat dilihat pada Negara-negara yang sudah maju. Bagi Marx, dunia akan berkembang menuju kapitalisme global. Oleh karena itu tidak dapat dihindari lagi, seluruh Negara di dunia akan menjadi Negara kapitalis. Masyarakat terdiri atas berbagai komponen yang memiliki perbedaan-perbedaan kepentingan bahkan cenderung konflik.
·         Teori ketergantungan mengacu pada pendapat Karl Marx tentang masyarakat yang digambarkan sebagai satu kesatuan sistem atas dua struktur utama:
1.  Struktur atas/ superstructure (bangunan atas/ idea tau non material)
2.  Struktur bawah/ base structure (bangunan bawah/ kondisi material)
Dimana struktur atas digerakkan oleh struktur bawah. Struktur bawah adalah sistem ekonomi, sedangkan struktur atas terdiri dari sistem budaya, ideologi, politik dan sistem sosial. Struktur bawah digambarkan oleh adanya pertentangan kelas antara pemilik modal (borjuis) dan pekerja (proletar) atau dengan kata lain sebagai aspek struktur gejala sosial. Jadi, bila struktur bawah berubah, maka struktur atas akan mengikutinya (aspek materi lebih penting dari aspek ide).
Perkembangan masyarakat diungkapkan dalam analisis ‘materialisme-dialektika’ yang mempengaruhi sistem-sistem dalam struktur atas. Pertentangan kelas tersebut kemudian menghasilkan perkembangan masyarakat.
B. Tokoh-tokoh Penganut Teori Dependensia dan Beberapa Pemikirannya
Teori dependensia telah dikembangkan sebagian besar oleh ilmuwan Amerika Latin antara lain: Celso Furtado, Theotonio Dos Santos, Fernando Henrique Cardoso, Oswaldo Sunkel, Enzo Faletto, Marini, dan Andre Gundre Frank serta Paul Baran. Kedua orang terakhir adalah ilmuwan non Amerika Latin yang sama-sama mengembangkan teori dependensia
1.   Furtado dan Sunkel
·   Dipengaruhi oleh ECLA
·   Dianggap sebagai pelopor Teori Dependensia)
·   Celso Furtado adalah ekonom Brasil yang pada awalnya menganut paham modernisasi dan tergabung dalam program ECLA. Ia percaya bahwa masalah utama negara berkembang adalah kurangnya modal. Atas dasar itu, untuk memecahkan masalah tersebut, dilakukanlah  substitusi impor. Awalnya Furtado merasa optimis melihat pertumbuhan industri di Brasil. Namun, pembangunan yang terjadi di Brasil justru membawa kudeta militer di Brasil. Furtado pun kecewa dan pesimis karena  pembangunan terlalu menitik beratkan pada pertumbuhan industri dan menciptakan ketergantungan negara ketiga pada pihak asing. Sejak peristiwa kudeta di Brasil itu, Furtado meninggalkan Brasil dan pindah ke Paris untuk menerukan analisis terhadap pertumbuhan ekonomi (pembangunan) di negara Amerika Latin. Hasil pemikirannya membawa usulan bahwa negara berkembang harus mengambil sikap berdikari. Pemerintah hrus berani berjuang merestrukturisasi seluruh ekonomi sehingga teknologi modern harus disebarluaskan ke seluruh lapisan sector produksi. Sebab menurut Furtado, hal itulah yang akan menjamin pemertaan distribusi pendapatan dan akhinya akan mengakhiri marjinalisasi rakyat.

2.   Cardoso dan Faletto
·  Dipengaruhi Marxist
·  Fernando Cordosa adalah Ekonom Brasil. Sedangkan Enzo Faletto adalah ilmuwan Chile.
·  Menurut mereka, persoalan pembangunan yang ada di dunia tidak dapat dibatasi hanya pada pembahasan industri substitusi impor substitusi impor, atau hanya sekedar memperdebatkan strategi pertumbuhan dalam bentuk pilihan antara orientasi ekspor atau impor, pasar domestik atau pasar dunia. Persoalannya justru terletak pada ada atau tidaknya gerakan kerakyatan dan kesadaran kepentingan politik rakyat. Oleh karena itu, dalam pandangan Cardoso, yang perlu diperhatikan adalah justru usaha-usaha untuk membangkitkan gerakan kerakyatan, perjuangan kelas, perumusan kembali kepentingan politik, dan pembanguan aliansi politik yang diperlukan untuk menjaga struktur masyarakat, tetapi sekaligus juga membuka peluang adanya transformasi sosial.
·  Dia berpendapat bahwa yang penting adalah bagaimana mengerti  proses historis terjadinya keterbelakangan dinegara pingir dan deskripsi tentang keterbelakangan yang terjadi tersebut setelah bersentuhan dengan negara maju.

3.   Dos Santos dan Marini
·  Dipengaruhi Neo-Marxisme
·  Dos Santos adalah adalah ekonom yang turut pindah ke Santiago, Chili. Bersama Marini dia melakukan analisis dan mengenalkan istilah baru terhadap pemikiran pebanguan ekonomi pada saat itu. Istilah yang dia keluarkan adalah “the new dependence” sebagai bentuk kritik terhadap kesalahan kebijakan substitusi impor. Menurut Dos Santos, rakyat Amerika Latin pada dasarnya menjadi bagian dari sistem kapitalis dunia.
·  Dalam definisinya terungkap bahwa negara-negara pinggiran atau satelit pada dasarnya hanya merupakan bayangan dari negara-negara pusat atau metropolis. Dos santos menyatakan bahwa negara pinggiran atau satelit juga bisa berkembang, meskipun perkembangan ini merupakan perkembangan yang tergantung, perkembangan ikutan. Dari segi sejarah perkembangan, ia membedakan tiga bentuk ketergantungan, yaitu :
§  Ketergantungan colonial : ditandai oleh monopoli perdagangan yang dilengkapi dengan monopoli tanah, tambang, dan tenaga kerja di negara jajahan.
§  Ketergantungan finansial-industrial : ditandai dengan konsentrasi keuangan di centre dan investasi modal di negara periphery.
§  Ketergantungan teknologis-industrial : ditandai dengan munculnya perusahaan multinasional.
·  Negara-negara pinggiran, dalam usaha mengatasi keterbelakangannya percaya bahwa bila mereka bisa melakukan industrialisasi di negerinya, mereka bisa mengatasi persoalan yang ada. Persoalan tersebut antara lain :
§  Negara-negara pinggiran yang mau melakukan industrialisasi membutuhkan valuta asing untuk mengimpor teknologi.
§  Neraca perdagangan internasional negara-negara pinggiran terus mengalami defisit.
§  Adanya monopoli teknologi dari negara-negara pusat membuat negara-negara pinggiran harus membayang sewa bila mau meminjam teknologi tersebut.

4.   Gundre Frank
·  Penggerak Teori Dependensia
·  Andre Gundre Frank bergabung dengan lingkaran penganut teori dependensia pada tahun 1960-an, dan dialah yang menjadi motor penggerak perkembangan teori ini. Karena, dia menjadi terkenal secara internasioal setelah berhasil menyebarluaskan teori tersebut di kalangan akademis negara-negara berbahasa Inggris.
·  Analisis Frank menekankan pada penggunaan surplus ekonomi yang menjadi sebab dari underdevelopment (keterbelakangan).
·  Ada hubungan antara negara “metropolis” dan negara “satelit”. Mirip dengan istilah prebisch = “pinggir dan pusat”. Bagi Frank, sistem kapitalis dunia ditandai oleh struktur monopolis-satelite dimana metropolis mengeksploitasi satellite. Satelite cenderung semakin didominasi oleh metropolis dan semakin tergantung.
·  Pada teori Frank, suatu pembangunan di negara “satelit”  dipengaruhi oleh 3 komponen utama, yaitu:
1.      Modal asing; 
2.      Pemerintah lokal di  negara satelit; 
3.      Kaum borjuis lokal.
Hasil pembangunan hanya terjadi di 3 kalangan tersebut, sedangkan rakyat kecil hanya sebagai buruh.
·  Bagi Frank keterbelakangan hanya bisa diatasi melalui revolusi, yaitu revolusi yang melahirkan sistem sosialis
·  Berbasis pada perspektif ini, aliran ketergantungan berpandangan bahwa aliran modernisasi tidak akan dapat mensejahterakan masysarakat Dunia Ketiga karena aliran ini mempertahankan statusquo kelompok yang berkuasa (yaitu Negara maju yang kapitalistik dan imperialis).  
·  Ciri-cirinya:
1.      Kehidupan ekonomi negara pinggir tergantung ke negara pusat
2.      Terjadinya  kerjasama modal asing dengan kelas borjuasi dan kelas penguasa
3.      Terjadi ketimpangan yang kaya dan yang miskin à terjadi ekploitasi rakyat kecil.

5.   Raul Prebisch
·  Menurut Prebisch, adanya teori pembagian kerja secara internasional yang didasarkan pada teori keunggulan komparatif, membuat Negara-negara di dunia melakukan spesialisasi produksinya. Oleh karena itu negara-negara di dunia dibagi menjadi 2 kelompok, Negara-negara pusat yang menghasilkan barang industri dan Negara-negara pinggiran yang memproduksikan barang-barang pertanian.
·  Dengan kata lain, negara-negara dibagi atas negara maju (industri) dan terbelakang (pertanian), yang saling berdagang.
§  Ada negara “pusat” dan negara “pinggiran”.
§  Hubungan pusat dan pinggiran tak seimbang, tidak saling menguntungkan à EKPLOITASI.

6. Paul Baran
·    Baran berpendapat sentuhan Negara kapitalis maju kepada Negara pra kapitalis akan mengakibatkan Negara-negara pra kapitalis tersebut terhambat kemajuannya dan akan terus hidup dalam keterbelakangan. Perkembangan kapitalisme di Negara pinggiran berbeda dengan kapitalisme di Negara pusat. Di negara-negara pinggiran, sistem kapitalisme seperti terkena penyakit kretinisme.

·    Dari studinya  tentang kapitalisme di negara2 terbelakang melalui investasi modal asing, ternyata yang ada justru membuat surplus pada  negara maju. Alasannya karena hasil investasi tersebut diambil oleh pendatang/ investor   dan sebaliknya di negara berkembang/ pinggiran tidak terjadi akumulasi modal, tetapi malah penyusutan modal.
                         
7. Robert A. Packenham
Menyebutkan kekuatan dan kelemahan dari ‘teori ketergantungan’ 

C.  Ketajaman konsep ketergantungan
·         Bagaimana mengukur derajat ketergantungan ?
·         Tidak cukup hanya diukur konsepnya tapi juga derajajatnya.
·         Perlu dipakai perhitungan kwantitatif.
Menurut “Christopher Chase-Dunn”
·         Melakukan perhitungan kwantitatif, yaitu mengukur investasi modal asing dan ketergantungan berpengaruh bagi pertumbuhan ekonomi dan pemerataan pendapatan.
·         Uraian mekanisme menunjukkan hasil negatif dan positif.



C.  Makna ketergantungan
·         Suatu keadaan dimana perekonomian Negara-negara tertentu dikondisikan oleh pembangunan dan perluasan perekonomian negara lain
·         Hubungan ketergantungan terjadi bila negara yang dominan dapat memperluas dan self sustaining tapi sebaliknya tidak terjadi pada negara yang tidak dominan

D. Bentuk-bentuk ketergantungan dunia ketiga
1.      Kolonialisme
2.      Finansial
3.      Industrial dan teknologi
E.  Perdebatan tentang Imperialisme dan kolonialisme
·         Teori God
Menyatakan bahwa motivasi utama dari orang-orang Eropa untuk mengarungi samudra dan berpetualang ke Negara-negara lain adalah untuk menyebarkan agama.
·         Teori Glory
Menjelaskan bahwa dorongan utama dari imperialism dan kolonialisme bukan kepentingan agama atau ekonomi tetapi kehausan akan kekuasaan dan kebesaran.
·         Teori Gold
Imperialisme dan kolonialisme terjadi karena dorongan untuk mencari pasar dan investasi yang lebih menguntungkan


Masih ada kelemahan dan inti dari teori ini.

 download !

0 comments:

Post a Comment

Let's share!


up